Upaya Mitigasi Gempa Bumi

  1. Membangun bangunan vital/strategis atau bangunan lainnya yang mengundang konsentrasi banyak manusia di wilayah rawan gempa bumi dengan menggunakan konstruksi yang tahan terhadap gempa.
  2. Tidak membangun permukiman dan aktifitas penduduk diatas, pada atau dibawah tebing.
  3. Tidak mendirikan bangunan diatas tanah timbunan yang tidak memenuhi tingkat kepadatan yang sesuai dengan daya dukung tanah terhadap konstruksi bangunan diatasnya.
  4. Pemetaan mikrozonasi di wilayah rawan gempa bumi.
  5. Perlu adanya Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dituangkan dalam peraturan daerah yang berwawasan dan mempertimbangkan aspek kebencanaan sehingga prinsip bangunan berkelanjutan dapat tercapai.
  6. Membangun kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah melalui pelatihan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.
  7. Menyiapkan alur dan tempat evakuasi bencana.
  8. Menyelenggarakan pendidikan dini melalui jalur pendidikan formal dan non-formal tentang gempa bumi dan bahayanya di wilayah rawan gempa bumi.
  9. Membangun alur evakuasi dan tempat pengungsian serta bukit-bukit untuk menghindar dari gelombang tsunami.

Indonesia merupakan negara yang banyak terjadi gempa bumi di dalamnya. Hal ini dikarenakan faktor geografis Indonesia yang memiliki kerentanan terhadap gempa bumi. Gempa bumi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Gempa bumi yang terdahsyat terjadi di dunia antara lain di Nepal, sedangkan di Indonesia gempa yang pernah terjadi menimbulkan korban ribuan jiwa adalah di Yogyakarta dan juga gempa yang menimbulkan tsunami di Aceh. Gempa bumi adalah suatu gejala alamiah berupa goncangan yang disebabkan getaran-getaran tanah. Sumber getaran ini antara lain pergerakan lempeng bumi, patahan di permukaan tanah, reruntuhan tanah, meletusnya gunung api, ledakan bom akibat ulah manusia, atau benda langit yang menghantam bumi. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kita di saat sebelum terjadi gempa bumi, sedang terjadi gempa bumi dan sesudah gempa bumi terjadi. Pada saat sebelum terjadi gempa bumi, misalnya, kita dapat melakukan, menerima sosialiasi tentang gempa bumi itu bagaimana, mengetahui penyebab-penyebab gempa bumi dan membangun konstruksi rumah yang tahan gempa. Hal lain yang dapat dilakukan sebelum terjadi gempa adalah memperhatikan sistem peringatan dini, melaksanakan atau mengikuti simulasi gempa, memperhatikan dari mana kita bisa mendapatkan informasi mengenai gempa, misalnya dari media sosial, dari TV, atau radio, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir, jangan lupa menyiapkan tas siaga bencana yang terdiri dari pakaian, makanan dan minuman, serta obat-obatan bagi kita. Saat terjadi gempa yang dapat dilakukan adalah prinsip drop, cover, and hold on. Drop adalah apabila terjadi gempa kita tetap tenang, jangan panik, segera dekatkan diri dengan tanah, berlutut. Cover, kita melindungi kepala kita dan tubuh kita dari benda-benda yang berjatuhan, misalnya berlindung di bawah meja. Dan hold on, kita tunggu hingga guncangan berhenti, gempa bumi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Saat gempa bumi terjadi, kita sedang di rumah, yang kita lakukan tentu berbeda saat kita berada di tempat umum. Berikut ini adalah beberapa tips-tips singkat dari BNPB yang dapat kita lakukan bersama saat terjadi gempa. Jika kita sedang berada di rumah dan gempa terjadi, hal yang dapat kita lakukan adalah, kita lihat bahwa getaran akan terjadi beberapa saat, kemudian kita berlindung segera di bawah meja. Apabila kita tidak mendapatkan meja segera, kita dapat melindungi kepala kita dengan bantal. Apabila kita sedang memasak atau menyalakan kompor, segera matikan agar tidak terjadi kebakaran di kemudiannya. Jika gempa terjadi dan kita sedang berada di sekolah, segera kita berlindung di bawah kolong meja. Setelah gempa selesai kita keluar secara berurutan dan mencari tempat yang lapang. Hindari berdiri di dekat gedung, pohon, maupun tiang-tiang. Jika kita berada di tempat umum dan gempa terjadi, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Di daerah pertokoan maupun di daerah perindustrian, bisa terjadi pecahanpecahan kaca dan reruntuhan papan reklame yang membahayakan. Apabila kita berada di sebuah mal ataupun bioskop, jangan sampai menjadi korban kepanikan. Ikuti petunjuk, security atau pun satpam secara baik. Apabila kita hendak keluar dari suatu lingkungan ataupun ruangan, jangan menggunakan lift. Apabila kita sedang terjebak di dalam lift, tetap tenang. Tekan tombol emergency dan berbicara dengan petugas. Gempa bumi dapat juga terjadi di saat kita sedang berada di alam terbuka, misalnya di gunung ataupun di pantai. Apabila gempa terjadi saat kita berada di gunung, berhatihatilah terhadap adanya reruntuhan tanah. Oleh karena itu, segera kita pergi ke tempat yang aman. Sedangkan bila kita berada di pantai ada kemungkinan terjadinya potensi tsunami. Oleh karena itu, mari kita hindari pesisir pantai dan pergi ke dataran yang lebih tinggi. Contoh lain adalah, sedang terjadi gempa dan kita berada di sebuah kendaraan umum, misalnya kereta api. Pada kondisi di kereta, segera berpegang pada bagian yang kokoh dari kereta sehingga pada saat kereta berhenti mendadak, kita tidak terjatuh. Semisal kita berada di dalam mobil, maka yang kita lakukan adalah segera berhenti di tepi jalan, berhenti di tempat terbuka dan kita tunggu instruksi berikutnya melalui radio ataupun media sosial. Setelah gempa berhenti, yang perlu kita lakukan adalah, selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Yang kedua, kita hindari bangunan-bangunan yang retak dan tidak aman, kita periksa anggota keluarga kita dan orang di sekitar kita.

Kita bersiap untuk memberikan pertolongan pertama kepada mereka. Dan kita melaporkan kejadian orang hilang dan korban-korban kerugian. Hal yang dapat kita lakukan setelah gempa selesai terjadi adalah kita membersihkan puing-puing dan kerusakan akibat gempa. Kita bangun kembali bangunan-bangunan rumah kita dengan konstruksi yang tahan gempa. Kita berhati-hati terhadap informasi yang salah dan kita selalu mendapatkan informasi dari pihak yang berwenang. Secara umum, mitigasi terhadap terjadinya gempa bumi adalah dengan membangun konstruksi bangunan yang tahan gempa dan tahan terhadap kejadian-kejadian yang mungkin mengikuti setelah terjadinya gempa, misalnya kebakaran. Maka itu pengelolaan terhadap kebakaran juga harus dilakukan.