Pengertian Musim Hujan

Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Secara teknis meteorologi, suatu wilayah memasuki musim hujan apabila besarnya curah hujan dalam satu dasarian sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Permulaan musim hujan bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) daripada normalnya (rata-rata dari periode 30 tahun yang ditetapkan. Berdasarkan besarnya curah hujan, musim hujan bersifat “Normal” (85% – 115% dari rata-rata catatan 30 tahun), bersifat “Atas Normal” (lebih dari 115% dari rata-rata catatan 30 tahun), atau bersifat “Bawah Normal” (kurang dari 85% dari rata-rata catatan 30 tahun). Apabila dasarian berikutnya belum menunjukkan konsistensi curah hujan, kondisi cuaca dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba).

Di daerah tropis, musim hujan bergantian dengan musim kemarau (musim kering) dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari tahunan. Pergerakan matahari mengubah peta suhu udara dan permukaan tanah dan samudera. Pada gilirannya perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara. Biasanya musim hujan terjadi pada bagian bumi yang tengah mengalami posisi zenith peredaran semu matahari.

Musim hujan di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan April. Namun itu bisa bergeser jika terjadi perubahan alam seperti perubahan angin. Musim hujan di Indonesia sendiri disebabkan oleh adanya Angin Muson Barat. Angin Muson Barat berasal dar benua Asia yang bertekanan lebih tinggi menuju ke benua Australia yang bertekanan rendah. Dari Asia, angin tersebut membawa uap air yang kemudian diturunkan di Indonesia.

Uap air yang dibawa awan tersebut dapat berasal dari lautan atau sumber air lainnya yang menguap membentuk awan. Di awan pada saat kondisi tertentu maka uap air tersebut akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun ke tanah, membasahi sungai, dan juga lautan. Air tersebut nantinya akan kembali menjadi uap air untuk membentuk awan. Siklus tersebut terjadi terus menerus dan berguna untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Jenis Hujan

  1. Hujan zenithal atau konveksi, yaitu hujan yang biasa kita alami akibat pemanasan matahari dan mengembun sehingga turun hujan.
  2. Hujan orografis atau pegunungan, yaitu hujan yang terjadi di pegunungan
  3. Hujan frontal atau hujan silicon, yaitu terjadi karena pertemuan udara panas dengan udara dingin yang terangkat naik disertai angin berputar

Hujan bisa menjadi berkah namun bisa juga menjadi bencana. Saat kekeringan, hujan menjadi lebih diharapkan untuk membasahi tanah dan menyediakan air. Selain menjadi sumber air, hujan bisa menyebabkan kebanjiran.